“Fakta menunjukkan, pertumbuhan penjualan hingga kini hanya pada kisaran 5 – 10% per tahun di Indonesia, padahal rata-ratanya dapat mencapai 20% per tahun,” tutur Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Ir. Arief Yahya, M.Sc., dalam sidang terbuka promosi Doktor, Jumat (13/06) di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung.

 

Dalam kesempatan tersebut, Arief menyampaikan disertasinya yang berjudul “ Strategi Bersaing Pengembangan Industri Kreatif Digital di Indonesia Melalui Impelementasi Creativity to Commerce Startup Model (C2C Startup Model)” dengan ketua sidang oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia.

 

Padahal, Indonesia menduduki peringkat 5 dalam potensi kinerja bisnis berdasarkan laporan AT. Kearney tentang Global Service Location Index tahun 2011. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dipandang unggul dalam potensi Financial Attractiveness People Skills & Availability serta Bussiness Environment.

 

“Sesungguhnya saat ini industri kreatif Indonesia sudah mulai tumbuh. Ini ditunjukkan dengan kontribusi industri kreatif terhadap PDB sebesar 468 triliun atau sekitar 7% dari total PDB Indonesia tahun 2010,” ujar Arief.

 

Dalam penelitiannya, Arief menggunakan metode Mixed Method Research (MMR) dan Creative Problem Solving Method. MMR mengindentifikasi hubungan kinerja bisnis industri kreatif digital dengan variable keunikan Sumber Daya, Manajemen Inovasi, Kemitraan Bisnis, dan Strategi Bersaing. Sedangkan metode yang kedua dugunakan untuk menciptakan solusi baru inkubasi bisnis dalam industri kreatif digital di Indonesia.

 

Hasilnya ditemukan bahwa manajemen inovasi dalam perusahaan merupakan aspek yang paling dominan memengaruhi upaya pengembangan startegi bersaing industri kreatif di Indonesia. “Peningkatannya dapat dilakukan dengan memperhatikan secara terus menerus inovasi terhadap ketiga unsur, yaitu produk, proses, dan hubungan dengan pengguna,” kata Arief.

 

Sementara “C2C Startup Model” yang diusulkan Arief merupakan suatu model praktikal bagi pengembangan inkubasi bisnis di Indonesia dengan proses dan prosedur implementasi yang lebih sesuai sehingga dapat meningkatkan Kinerja Industri di perusahaan digital Indonesia.

 

“Kita harapkan pula Unpad dapat segera membangun dan mengoperasikan Pusat Pengkajian Inkubasi Bisnis dan Pusat Inkubasi Bisnis Kreatif,” saran Arief.

(Sumber : Unpad.ac.id)

Page 1 of 3

© 2017, Digital Innovation Lounge
Powered by jms multisite for joomla